Kira² pukul 08.15 saya tiba di
Samsat Jakarta Timur yang berlokasi di Kebon Nanas, Jl. May. Jend. D. I. Panjaitan. Petugas gerbang langsung mengarahkan saya ke area parkiran
motor, karena saya membawa
motor. Setelah parkir, mengunci helm, melepas jaket, mengunci
motor dan berjalan beberapa meter, saya langsung disambut dengan sapaan
“dibantu mas mbayarnya…”….

eccaappeeddeee calo tho.........
Saya tinggalkan calo tadi dan berjalan beberapa meter melihat seorang penjual pulpen berdiri didepan pintu utama. Saya tinggalkan kembali si penjual pulpen itu tanpa ada tanya tanya dipikiran saya. Kemudian saya masuk melalui pintu metal detector, anehnya dipintu itu tidak ada penjaga sama sekali. Ha trus buat apa ada metal detector gitu? :tanya: 
Karena baru pertama kali datang, saya mencari pusat informasi. Namun saya tidak menemukan meja ataupun seseorang yang kira² bertugas mengarahkan atau sekedar memberikan info. Berfikir sama dengan prosedur yang saya lakukan di Jogja, saya langsung ikut mengantri pada antrian pendaftaran.
Sebuah monitor LCD yang menempel dibagian atas loket menunjukkan jumlah antrian dan nomor antrian terakhir yang sedang diproses..
"Glek........
" ..ngeliat nomor antriannya dah bikin mabok...baru jam 8 pagi dah antrian 1000????? biarpun banyak orang tapi gag mungkin banget ada 1000 orang. "Sabarrrr...." dalam hari.
Melihat beberapa orang di depan saya membawa selembar formulir, saya langsung menanyakan apakah formulir itu dan dapat dari mana. Ternyata ada meja yang menyediakan lembar formulir dan beberapa petugasnya. Langsung saya datangi dan saya langsung diberikan formulir tadi. Beberapa meja sudah disediakan untuk dipergunakan mengisi formulir ini. Berputar² kesana kemari tidak menemukan satupun alat tulis. Bertanya ke petugas formulir tadi diapun tidak bisa menyediakan atau meminjamkan alat tulis. WTH.... 
"ooohhhhh......jadi tukang pulpen yang didepan tadi....
" *silahkan disimpulkan sendiri*
Lagi lagi saat itu saya disapa oleh seorang yang menawarkan jasanya untuk mengisikan formulir saya.
"Saya bantuin isi mas, cepet koq" tawarnya.
"Lah ngisi formulir aja koq pake dibantuin tho mas?" dalam hati saya.
"Berapa mas?" tanya saya yang langsung menyimpulkan kalau dia adalah calo.
"mobil mas?kalo mobil 20rebu aja,,langsung jadi ga nyampe satu jam." jawabnya
"saya sendiri aja mas. makasih ya mas" langsung saya tinggalkan orang tadi.
Pulpen seharga 2000 Rupiah itu saya gunakan untuk mengisi formulir tadi. Setelah selesai mengisi saya langsung ikut kembali mengantri. Dalam antrian yang ke 1000 lebih itu saya lihat kanan kiri dan akhirnya melihat papan tulisan antrian ini untuk pendaftaran roda 2...... :arrgh: :arrgh: :arrgh: ternyata 1000 antrian itu punya roda 2 tho...... untuk yang roda 4 ternyata ada di sisi satunya.
Ternyata pun di bagian depan loket ada sebuah monitor touch screen untuk mengambil nomor antrian. :-S antrian keberapa ya ini???
ternyata dapet nomor antrian 70. Ada juga monitor yang menempel diatas loket yang menunjukkan nomor anrian terakhir yg sedang diproses yaitu 48.
"Ah paling sejam-an" dalam batin saya.
Pada saat mengambil nomor antrian, anda akan mendapat 2 kertas dengan nomor antrian yang sama. Langsung ke loket pendaftaran dan disambut dengan senyuman Bapak Jeffry (petugas polisi yang bertugas).
"Formulirnya mas? Fotokopi BPKB, STNK, dan KTP nya sudah?" tanya pak Jeffry ke saya.
"Sudah semuanya pak. Ini". Jawab saya
"Nomor antriannya?" tanyanya lagi. Saya serahkan 2 nomor antrian tadi.
"Ini yang satu mas simpan untuk proses selanjutnya" kata Pak Jeffry.
Setelah Pak Jeffry mengecek persyaratannya, ia mengembalikan BPKB asli ke saya. STNK dan KTP masuk ke proses selanjutnya. Menunggulah saya untuk proses selanjutnya.
Sekitar 10-15 menit nomor antrian saya dipanggil untuk melakukan pembayaran. Petugas meminta nomor antrian anda, karena saya males ngambil dari kantong, saya bilang aja atas nama si bla bla bla. Petugas tersebut selanjutnya memberikan kertas jumlah yang harus dibayarkan dan juga KTP asli anda. Kemudian bayar ke loket sebelahnya dan anda akan menerima bukti pembayaran berupa selembar kertas.
Setelah membayar kembali saya menunggu untuk proses terakhir yaitu penyerahan STNK asli.
Tidak kurang dari 10 menit kembali saya dipanggil untuk mengambil hasil STNK saya.
Saya hampiri 2 petugas polisi yang mengurusi penyeahan STNK itu, dan mengambil STNK asli saya. Pada bagian ini saya menerima STNK asli saya dan juga pembungkus plastik STNK yang baru. Ingat cek kembali STNK anda, semua data²nya dan juga masa berlakunya.
"Abis ini kemana lagi Pak? Sudah selesai?" tanya saya ke petugas.
"Abis ini ya pulang mas, selesai" jawabnya
"makasih ya pak
"
STNK tadi langsung saya bungkus plastik yang tadi saya dapat. Jam di HP menunjukkan pukul 08.55. Jadi kalau dihitung² hanya 40 menit + nyasar + tanya sana-sini.
Wah senangnya ke Samsat kalau kayak begini. Kira² cuma setengah jam semua proses sudah bisa selesai
Pulanggggggggg!!!!!!!........