Ke Samsat Sendiri Yuk

Posted by yusdi on Dec-4-2009
Pada hari ini kembali saya menuntaskan kewajiban sebagai WNI yang baik. Membayar , tepatnya kendaraan bermotor. Sekali lagi saya ingin memberikan sedikit testimoni dan juga informasi mengenai tata cara membayar kendaraan bermotor anda khususnya untuk yang berdomisili di , karena saya penduduk :D .

Pada dasarnya tata cara pembayaran kendaraan bermotor sama dengan tata cara yang pernah saya tulis sebelumnya disini. Namun karena berbeda tempat maka berbeda pula infrastruktur dan cara yang harus dilalui si wajib .

Cerita Selengkapnya

Kira² pukul 08.15 saya tiba di yang berlokasi di Kebon Nanas, Jl. May. Jend. D. I. Panjaitan. Petugas gerbang langsung mengarahkan saya ke area  parkiran , karena saya membawa . Setelah parkir, mengunci helm, melepas jaket, mengunci dan berjalan beberapa meter, saya langsung disambut dengan sapaan “dibantu mas mbayarnya…”….  [-X eccaappeeddeee calo tho.........

Saya tinggalkan calo tadi dan berjalan beberapa meter melihat seorang penjual pulpen berdiri didepan pintu utama. Saya tinggalkan kembali si penjual pulpen itu tanpa ada tanya tanya dipikiran saya. Kemudian saya masuk melalui pintu metal detector, anehnya dipintu itu tidak ada penjaga sama sekali. Ha trus buat apa ada metal detector gitu? :tanya:  L-)
Karena baru pertama kali datang, saya mencari pusat informasi. Namun saya tidak menemukan meja ataupun seseorang yang kira² bertugas mengarahkan atau sekedar memberikan info. Berfikir sama dengan prosedur yang saya lakukan di , saya langsung ikut mengantri pada antrian pendaftaran.

Sebuah monitor LCD yang menempel dibagian atas loket menunjukkan jumlah antrian dan nomor antrian terakhir yang sedang diproses..
"Glek........ @-) " ..ngeliat nomor antriannya dah bikin mabok...baru jam 8 pagi dah antrian 1000????? biarpun banyak orang tapi gag mungkin banget ada 1000 orang. "Sabarrrr...." dalam hari.

Melihat beberapa orang di depan saya membawa selembar formulir, saya langsung menanyakan apakah formulir itu dan dapat dari mana. Ternyata ada meja yang menyediakan lembar formulir dan beberapa petugasnya. Langsung saya datangi dan saya langsung diberikan formulir tadi.  Beberapa meja sudah disediakan untuk dipergunakan mengisi formulir ini. Berputar² kesana kemari tidak menemukan satupun alat tulis. Bertanya ke petugas formulir tadi diapun tidak bisa menyediakan atau meminjamkan alat tulis. WTH....  :ar!
"ooohhhhh......jadi tukang pulpen yang didepan tadi.... :mikir: " *silahkan disimpulkan sendiri*
Lagi lagi saat itu saya disapa oleh seorang yang menawarkan jasanya untuk mengisikan formulir saya.

"Saya bantuin isi mas, cepet koq" tawarnya.
"Lah ngisi formulir aja koq pake dibantuin tho mas?"
dalam hati saya.
"Berapa mas?" tanya saya yang langsung menyimpulkan kalau dia adalah calo.
" mas?kalo 20rebu aja,,langsung jadi ga nyampe satu jam." jawabnya
"saya sendiri aja mas. makasih ya mas" langsung saya tinggalkan orang tadi.

Pulpen seharga 2000 Rupiah itu saya gunakan untuk mengisi formulir tadi. Setelah selesai mengisi saya langsung ikut kembali mengantri. Dalam antrian yang ke 1000 lebih itu saya lihat kanan kiri dan akhirnya melihat papan tulisan antrian ini untuk pendaftaran roda 2...... :arrgh:   :arrgh:   :arrgh:  ternyata 1000 antrian itu punya roda 2 tho...... untuk yang roda 4 ternyata ada di sisi satunya.
Ternyata pun di bagian depan loket ada sebuah monitor touch screen untuk mengambil nomor antrian.  :-S  antrian keberapa ya ini???  #:-S ternyata dapet nomor antrian 70. Ada juga monitor yang menempel diatas loket yang menunjukkan nomor anrian terakhir yg  sedang diproses yaitu 48.
"Ah paling sejam-an" dalam batin saya.

Pada saat mengambil nomor antrian, anda akan mendapat 2 kertas dengan nomor antrian yang sama. Langsung ke loket pendaftaran dan disambut dengan senyuman Bapak Jeffry (petugas polisi yang bertugas).

"Formulirnya mas? Fotokopi , , dan nya sudah?" tanya pak Jeffry ke saya.
"Sudah semuanya pak. Ini". Jawab saya
"Nomor antriannya?" tanyanya lagi. Saya serahkan 2 nomor antrian tadi.
"Ini yang satu mas simpan untuk proses selanjutnya" kata Pak Jeffry.

Setelah Pak Jeffry mengecek persyaratannya, ia mengembalikan asli ke saya. dan masuk ke proses selanjutnya. Menunggulah saya untuk proses selanjutnya.
Sekitar 10-15 menit nomor antrian saya dipanggil untuk melakukan pembayaran. Petugas meminta nomor antrian anda, karena saya males ngambil dari kantong, saya bilang aja atas nama si bla bla bla. Petugas tersebut selanjutnya memberikan kertas jumlah yang harus dibayarkan dan juga asli anda. Kemudian bayar ke loket sebelahnya dan anda akan menerima bukti pembayaran berupa selembar kertas.

Setelah membayar kembali saya menunggu untuk proses terakhir yaitu penyerahan asli.
Tidak kurang dari 10 menit kembali saya dipanggil untuk mengambil hasil saya.
Saya hampiri 2 petugas polisi yang mengurusi penyeahan itu, dan mengambil asli saya. Pada bagian ini saya menerima asli saya dan juga pembungkus plastik yang baru. Ingat cek kembali anda, semua data²nya dan juga masa berlakunya.

"Abis ini kemana lagi Pak? Sudah selesai?"
tanya saya ke petugas.
"Abis ini ya pulang mas, selesai" jawabnya
"makasih ya pak  :hug: "

tadi langsung saya bungkus plastik yang tadi saya dapat. Jam di HP menunjukkan pukul 08.55. Jadi kalau dihitung² hanya 40 menit + nyasar + tanya sana-sini.
Wah senangnya ke kalau kayak begini. Kira² cuma setengah jam semua proses sudah bisa selesai :party:

Pulanggggggggg!!!!!!!........

Secara ringkas akan saya simpulkan untuk tata cara pembayaran tahunan kendaraan (khususnya roda 4) di .

  1. Siapkan , , dan asli.
  2. Fotokopi , dan tadi. Cukup fotokopi bagian yang penting saya
  3. Minta formulir ke bagian penyediaan formulir dan isilah formulir tersebut sesuai data² kendaraan dan pemilik yang tertulis di data / anda. INGAT!!! Karena tidak disediakan alat tulis, siapkan sendiri alat tulis anda, bisa pulpen, atau spidol. Kalau anda lupa dan anda beruntung, diluar banyak penjual pulpen berkeliaran seharga Rp. 2000
  4. Setelah formulir diisi, ambil nomor antrian terlebih dahulu. INGAT!!! anda akan menerima 2 kertas nomor antrian yang sama. 1 lembar diserahkan pada saat pendaftaran, 1 lembar lagi anda simpan.
  5. Daftarkan melalui loket pendaftaran. Serahkan , , dan (asli dan fotokopi), formulir yang telah anda isi tadi, dan juga 1 lembar nomor antrian yang anda dapat.
  6. Jika dinyatakan lulus persyaratan, maka petugas akan mengembalikan hanya asli anda. dan akan masuk ke proses selanjutnya.
  7. Tunggu panggilan selanjutnya.
  8. Selanjutnya anda akan dipanggil untuk melakukan pembayaran kendaraan anda. Anda akan menerima lembar jumlah pembayaran dan juga asli anda.
  9. Lakukan pembayaran di loket Kasir. Setelah membayar anda akan menerima selembar bukti pembayaran tadi.
  10. Tunggu panggilan kembali untuk proses selanjutnya yaitu penyerahan .
  11. Proses terakhir anda akan menerima asli anda dan juga plastik pembungkus .
  12. Cek kembali anda. Cek semua data nopol, pemilik dan juga masa berlakunya. Ingat!!! ada masa berlaku 5 tahun dan juga masa berlaku tahunan ( tahunan).
  13. Proses pembayaran tahunan kendaraan anda selesai. Cek kembali , , dan asli anda.
  14. Pulang. INGAT!!! pada saat keluar anda akan diminta menunjukkan kendaraan yang anda bawa. Jadi jangan berani² masuk dengan kendaraan tanpa .

Yuk Ke sendiri yuk.. gag usah pake calo….. ;) gampang dan cepat lhoo….*halah apaan coba :p *

Catatan : lama proses keseluruhan tergantung dari banyaknya antrian.

Powered by ScribeFire.

  • Share/Bookmark

27 Mei 2006 (3)

Posted by yusdi on May-30-2009
Keadaan panik dan bingung itu teredam oleh sebuah SAR yang melintas, dan mengatakan semua hal yang terjadi akibat amukan bumi yang terjadi pagi itu. Tidak ada , tidak ada gunung meletus. Kecemasan warga berkurang, seiring waktu mereka kembali ke rumah masing-masing. Satu persatu mereka mulai kembali. Bertemu sodara, kawan dan sahabat untuk menenangkan hati.

Akhirnya sebuah warung makan memaksa saya untuk singgah untuk menikmati sarapan. Sebuah berukuran kurang dari 21 inch mempertontonkan sebuah berita update mengenai amukan bumi tadi pagi. Selidik punya selidik ternyata amukan bumi tadi bukan berasal dari muntahan sebuah gunung berapi, melainkan adanya pergeseran lempeng bumi di laut selatan. Kekuatan bumi sebesar 5.9 SR itu meluluh lantahkan dataran dan sekitarnya. Tayangan yang ditemani sepiring nasi dan lauk itu juga menayangkan berapa banyak korban amukan bumi tadi. Dari satuan, puluhan, ratusan, hingga ribuan  jiwa menjadi korban. Rumah sakit pun tak lagi mampu menampung korban-korban ini.

Suasana semakin padat dan riwuh. Alat komunikasi tanpa kabel itu terdengar berdering dari mana-mana. Keluarga di negeri sebrang pun was-was akan keluarganya yang sedang menuntut ilmu atau sedang bekerja di . Tak sedikit dari mereka yang tidak bisa berkomunikasi. Hampir semua komunikasi terputus pagi itu. Nada sibuk selalu terdengar dari telepon sellular yang mereka genggam. Melihat kejadian ini, saya mengurungkan niat untuk melaksanakan rencana yang telah dirapatkan malam sebelumnya. Dengan rasa terburu-buru, saya tunggangi kuda besi berwarna hijau itu untuk kembali ke rumah. Ternyata amukan bumi tadi pagi benar-benar sangat dahsyat. Tak satupun dari anggota SC saling berkomunikasi. Rencana penambahan dana itu pun otomatis terbatalkan.

Sesekali amukan bumi masih datang berkunjung. Beberapa malam dilalui dengan rasa cemas dan takut. Rasa trauma yang tidak bisa hilang begitu saja. 

==================end……………….

Dedicated untuk para korban bencana bumi Yogyakarta 27 mei 2006. Semua itu hanya ujian.
Semoga amal kalian diterima di sisi Nya…..Aminnnnnnnn

Selamat buat wisudawan dan wisudawati . kali ini paling berkesan dari semua , karena dilakukan diluar gedung dan diawali oleh .

Info lengkap disini

Powered by ScribeFire.

  • Share/Bookmark

27 Mei 2006 (2)

Posted by yusdi on May-29-2009
Hmmm sampe mana kemaren ya…..Oke, sampe pup…..

Ritual itu berjalan dengan biasanya, semua berjalan lancar tanpa hambatan. Tak luput seluruh anggota badan juga ikut dibersihkan. Hari ini (Sabtu, 27 Mei 2006) merupakan hari paling bahagia bagi wisudawan dan wisudawati di kampus yang terletak di daerah dingin Kaliurang. Tak terfikir lagi bagaimana rencana bahagia itu akan dilakukan setelah amukan bumi itu terjadi. Wangi-wangianpun tak lupa disemburkan di bagian tubuh. Sebuah kuda besi dipersiapkan untuk melaksanakan rencana yang dulu pernah disepakati, menjual bunga. Kontek sana kontek sini, semua personil siap maju ke medan perang.

Perjalanan dengan kuda besi pagi itu menuju sebuah perhelatan acara tidak terlihat sesuatu yang mencurigakan. Beberapa puluh menit lalu bumi mengamuk, gunung pun terlihat turut emosi. Sawah hijau yang terlihat tentram itu sangat menenangkan perjalanan. Terlihat mata dari beberapa kuda besi yang melintasiku menyala dengan terang. Pengendaranya tidak menggunakan helm, ataupun pengaman tubuh lainnya. Tidak satu, namun banyak kendaraan yang terlihat serupa. Sikapnya pun sama. Melambaikan tangan dan sangat tergesa-gesa. Warga pun terlihat sangat terburu-buru membawa barang-barangnya beserta sanak keluarganya. Beberapa suara aneh terdengar di telinga saya. “…!!!!!!!”
Entah ada apa gerangan. Kecepatan kuda besi ditambah untuk mempercepat laju.

Setibanya di Gentan, suasana lalu lintas terlihat sangat padat dan lagi-lagi semuanya terlihat sangat terburu-buru. Tak satupun dari mereka menggunakan pengaman kepala. Kemudian dari arah kost pria sesosok lelaki muda memanggil. Disitulah kuda besi saya hentikan. Ternyata suara aneh yang terdengar tadi juga dilontarkan oleh pemuda itu yang juga kawan saya. Kabar yang terjadi di bagian selatan ternyata sudah menyebar hingga dataran tinggi itu. Ternyata orang-orang yang terlihat tadi ingin menuju daerah utara yang merupakan dataran tinggi. Wajah cemas, takut, dan panik sangat terlihat. Mereka tak lagi memperdulikan apa yang mereka pakai, apa yang mereka gunakan. Menyelamatkan diri adalah hal prioritas. Mengingat bencana di Aceh terjadi beberapa bulan lalu yang menyapu ribuan orang.

Daerah selatan dikabarkan dilanda , kali ini daerah utara yang merupakan tempat menyelamatkan diri dari juga tak luput dari kabar bencana. Gunung api yang masih aktif itu dikabarkan meluapkan laharnya. Entah akibat dari amukan bumi tadi atau apa. Kejadian yang sama terjadi lagi. Warga yang berasal dari daerah utara yang diliputi rasa takut dan cemas, berbondong-bondong melarikan diri ke daerah yang lebih rendah. Lalu lintas bisa ditebak. Macet dan kepadatan tak bisa dihindari. Utara bertemu selatan. Kabar kabur yang berhembus itu pun semakin menjadi-jadi. terjadi di selatan, gunung meletus terjadi di utara. Kemanakah harus menyelamatkan diri?

To be continued…

Bonus track : saat kejadian panik itu banyak “bonus” yang terlihat di jalanan. Gadis-gadis mahasiswi yang menggunakan kendaraan (+) dengan panik itu ternyata braless a.k.a ga pake bra  :ngiler: , entah sengaja ga pake atau saking paniknya jadi lupa pake :p . Cuma pake daster doang  :nglamun:

Powered by ScribeFire.

  • Share/Bookmark
blogyus © 2008 | Powered by WordPress And ScribeFire | Morning theme re-design by yusdi