Tips dalam Keselamatan Gempa Bumi

Posted by yusdi on Sep-2-2009
Barusan gempa melanda kota Jakarta dan sekitarnya. Otomatis dah orang² kantor pada berhamburan keluar. Hal pertama yang gw lakuin adalah update status di plurk :D , terus langsung tutup laptop n ngacirrr :p ….Ngacir turun cuma satu lantai (dari lantai 6 ke lantai 5), abis tangga darurat penuh banget ama pramugari :malu: ..Liat² kondisi sana sini n ngobrol² ama bapak² di lantai 5. Ga lama koq perasaan dah ga lagi terus balik ke ruangan di lt.6. Langsung online, n semua memberitakan yang terjadi.
Aneh² aja ne orang, bisaaaa aja bencana dibecandain. Ada yang bilang goyang dombret lah, diklaim Malaysia lah :)) .

Btw memperhatikan beberapa kelakuan/refleks orang pada saat ternyata masih banyak yang tidak sesuai dengan beberapa tips yang beredar. Tadi cuma liat salah satu pilot yang berdiri di samping pilar gedung, yang laennya kabur lewat tangga darurat dengan buru². Mmmm sedikit berbagi isi milis, mengenai Tips dalam keselamatan Bumi.

===

Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung”  pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat . Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.

Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan . Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

Jika anda berada di tempat tidur pada saat terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi .

Jika terjadi dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!

Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki momen frekuensi  yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhi lah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

Berdiri lah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

===

Semoga bermanfaat ;)

Powered by ScribeFire.

  • Share/Bookmark

27 Mei 2006 (3)

Posted by yusdi on May-30-2009
Keadaan panik dan bingung itu teredam oleh sebuah mobil SAR yang melintas, dan mengatakan semua hal yang terjadi akibat amukan bumi yang terjadi pagi itu. Tidak ada , tidak ada gunung meletus. Kecemasan warga berkurang, seiring waktu mereka kembali ke rumah masing-masing. Satu persatu mereka mulai kembali. Bertemu sodara, kawan dan sahabat untuk menenangkan hati.

Akhirnya sebuah warung makan memaksa saya untuk singgah untuk menikmati sarapan. Sebuah berukuran kurang dari 21 inch mempertontonkan sebuah berita update mengenai amukan bumi tadi pagi. Selidik punya selidik ternyata amukan bumi tadi bukan berasal dari muntahan sebuah gunung berapi, melainkan adanya pergeseran lempeng bumi di laut selatan. Kekuatan bumi sebesar 5.9 SR itu meluluh lantahkan dataran dan sekitarnya. Tayangan yang ditemani sepiring nasi dan lauk itu juga menayangkan berapa banyak korban amukan bumi tadi. Dari satuan, puluhan, ratusan, hingga ribuan  jiwa menjadi korban. Rumah sakit pun tak lagi mampu menampung korban-korban ini.

Suasana semakin padat dan riwuh. Alat komunikasi tanpa kabel itu terdengar berdering dari mana-mana. Keluarga di negeri sebrang pun was-was akan keluarganya yang sedang menuntut ilmu atau sedang bekerja di . Tak sedikit dari mereka yang tidak bisa berkomunikasi. Hampir semua komunikasi terputus pagi itu. Nada sibuk selalu terdengar dari telepon sellular yang mereka genggam. Melihat kejadian ini, saya mengurungkan niat untuk melaksanakan rencana yang telah dirapatkan malam sebelumnya. Dengan rasa terburu-buru, saya tunggangi kuda besi berwarna hijau itu untuk kembali ke rumah. Ternyata amukan bumi tadi pagi benar-benar sangat dahsyat. Tak satupun dari anggota SC saling berkomunikasi. Rencana penambahan dana itu pun otomatis terbatalkan.

Sesekali amukan bumi masih datang berkunjung. Beberapa malam dilalui dengan rasa cemas dan takut. Rasa trauma yang tidak bisa hilang begitu saja. 

==================end……………….

Dedicated untuk para korban bencana bumi Yogyakarta 27 mei 2006. Semua itu hanya ujian.
Semoga amal kalian diterima di sisi Nya…..Aminnnnnnnn

Selamat buat wisudawan dan wisudawati . kali ini paling berkesan dari semua , karena dilakukan diluar gedung dan diawali oleh .

Info lengkap disini

Powered by ScribeFire.

  • Share/Bookmark

27 Mei 2006 (2)

Posted by yusdi on May-29-2009
Hmmm sampe mana kemaren ya…..Oke, sampe pup…..

Ritual itu berjalan dengan biasanya, semua berjalan lancar tanpa hambatan. Tak luput seluruh anggota badan juga ikut dibersihkan. Hari ini (Sabtu, 27 Mei 2006) merupakan hari paling bahagia bagi wisudawan dan wisudawati di kampus yang terletak di daerah dingin Kaliurang. Tak terfikir lagi bagaimana rencana bahagia itu akan dilakukan setelah amukan bumi itu terjadi. Wangi-wangianpun tak lupa disemburkan di bagian tubuh. Sebuah kuda besi dipersiapkan untuk melaksanakan rencana yang dulu pernah disepakati, menjual bunga. Kontek sana kontek sini, semua personil siap maju ke medan perang.

Perjalanan dengan kuda besi pagi itu menuju sebuah perhelatan acara tidak terlihat sesuatu yang mencurigakan. Beberapa puluh menit lalu bumi mengamuk, gunung pun terlihat turut emosi. Sawah hijau yang terlihat tentram itu sangat menenangkan perjalanan. Terlihat mata dari beberapa kuda besi yang melintasiku menyala dengan terang. Pengendaranya tidak menggunakan helm, ataupun pengaman tubuh lainnya. Tidak satu, namun banyak kendaraan yang terlihat serupa. Sikapnya pun sama. Melambaikan tangan dan sangat tergesa-gesa. Warga pun terlihat sangat terburu-buru membawa barang-barangnya beserta sanak keluarganya. Beberapa suara aneh terdengar di telinga saya. “…!!!!!!!”
Entah ada apa gerangan. Kecepatan kuda besi ditambah untuk mempercepat laju.

Setibanya di Gentan, suasana lalu lintas terlihat sangat padat dan lagi-lagi semuanya terlihat sangat terburu-buru. Tak satupun dari mereka menggunakan pengaman kepala. Kemudian dari arah kost pria sesosok lelaki muda memanggil. Disitulah kuda besi saya hentikan. Ternyata suara aneh yang terdengar tadi juga dilontarkan oleh pemuda itu yang juga kawan saya. Kabar yang terjadi di bagian selatan ternyata sudah menyebar hingga dataran tinggi itu. Ternyata orang-orang yang terlihat tadi ingin menuju daerah utara yang merupakan dataran tinggi. Wajah cemas, takut, dan panik sangat terlihat. Mereka tak lagi memperdulikan apa yang mereka pakai, apa yang mereka gunakan. Menyelamatkan diri adalah hal prioritas. Mengingat bencana di Aceh terjadi beberapa bulan lalu yang menyapu ribuan orang.

Daerah selatan dikabarkan dilanda , kali ini daerah utara yang merupakan tempat menyelamatkan diri dari juga tak luput dari kabar bencana. Gunung api yang masih aktif itu dikabarkan meluapkan laharnya. Entah akibat dari amukan bumi tadi atau apa. Kejadian yang sama terjadi lagi. Warga yang berasal dari daerah utara yang diliputi rasa takut dan cemas, berbondong-bondong melarikan diri ke daerah yang lebih rendah. Lalu lintas bisa ditebak. Macet dan kepadatan tak bisa dihindari. Utara bertemu selatan. Kabar kabur yang berhembus itu pun semakin menjadi-jadi. terjadi di selatan, gunung meletus terjadi di utara. Kemanakah harus menyelamatkan diri?

To be continued…

Bonus track : saat kejadian panik itu banyak “bonus” yang terlihat di jalanan. Gadis-gadis mahasiswi yang menggunakan kendaraan (mobil+motor) dengan panik itu ternyata braless a.k.a ga pake bra  :ngiler: , entah sengaja ga pake atau saking paniknya jadi lupa pake :p . Cuma pake daster doang  :nglamun:

Powered by ScribeFire.

  • Share/Bookmark
blogyus © 2008 | Powered by WordPress And ScribeFire | Morning theme re-design by yusdi