Archive for the ‘Ilmu Dan Wawasan’ Category

Bahasa Lampu

February 16th, 2010

Setelah kemarin mbahas masalah lampu hazard, sekarang ane mau sedikit sharing tentang bahasa dan juga penggunaan ² lainnya yang terpasang di kendaraan. Semoga bisa dipahami dan dimengerti agar tidak asal sembarangan menggunakan atau hanya sekedar gaya²an  L-) .

Bahasa

KENDARAAN, Bahasa Di Jalanan

Pada saat kita berkendara masuk di jalan, kita berarti masuk pada satu kumpulan pengendara yang satu sama lain harus berkomunikasi agar dalam berintreraksi menggunakan jalan tersebut dapat dipahami secara bersamaan dengan tujuan dan maksud masing-masing. Selain untuk komunikasi, juga dimaksudkan sebgai satu alat keselamatan. Kendaraan selain sebagai penerangan, juga berfungsi sebagai “Bahasa Di Jalan” melalui isyarat dan penggunaannya. Mengingat merupakan Bahasa, maka dalam komunikasi tentu harus dalam pengertian bahasa yang sama, yang dipahami semua pihak (pengguna jalan).

Beberapa hal mengenai Penggunaan Kendaraan :

1. Tinggi :
Berdasarkan peraturan lalu lintas, bahwa paling tinggi pada suatu kendaraan adalah lk. 1.2 meter dari permukaan tanah. Jadi untuk - tambahan yang dipasang di atap (seperti di Offroad, hanya boleh dinyalakan bukan di jalan umum).

2. Kecil ( Senja) :
Istilah Senja, untuk kecil hanya ada di kita. Penggunaan senja bukan berarti digunakan saat Senja hari (jelang Maghrib). Tidak ada pemakaian Senja sambil kendaran berjalan. Pada saat Senja, bila dirasa kita butuhkan penerangan, maka gunakan Besar (Head Lamp).
Senja digunakan hanya “saat Parkir dipinggir jalan, dimana tidak terdapat penerangan disekitarnya “. Dan umumnya bersifat parkir sementara (tidak terlalu lama).
Seolah itu kepada pengguna jalan lain berkata : “hati-hati, aku ada disini, jangan sampai menabraku, aku diam ditempat gelap”

3. Lampu Hazard :
Digunakan hanya saat kendaraan berhenti dalam kondisi darurat (misalnya mengalami mogok) di tempat yang tidak semestinya (misalnya di bahu jalan raya, ataupun jalan Tol). Seolah itu berkata : ” hati-hati, aku ada dijalanmu, aku berhenti, aku punya masalah, butuh bantuan”.
Kesalahan umum yang sering dilakukan di kita, menggunakan saat dan saat Masuk Terowongan.
Penggunaan saat atau sambil berjalan, akan membahayakan pengguna di belakangnya, karena menimbulkan kelelahan mata.

tidak untuk digunakan saat berjalan ! Bayangkan kalau kita gunakan saat jalan, kita ingin membelok ke kiri atau ke kanan, mana yang akan kita gunakan sebagai “bahasa isyarat membeloknya? “.

4. Besar :
Besar digunakan untuk penerangan kendaraan di bagian jalan di depan yang akan dilalui.
Pada saat memasuki terowongan sering kita temui perintah ” Nyalakan ”. Di terowongan, yang dinyalakan adalah Besar, tujuannya untuk penerangan dan keamanan kita saat melaluinya. Jadi waktu masuk terowongan bukan menyalakan atau Senja, tetapi Besar.!
Bahkan di beberapa kelas Premium keatas, Besar ini akan menyala Otomatis saat memasuki Terowongan, maupun saat senja (mulai gelap).
Untuk keamanan saat , maka yang digunakan juga Besar, bukan !

5. Sein :
Ini sudah kita ketahui gunanya, hanya digunakan saat membelok, atau berpindah jalur.
Sein harus mudah terlihat dari jauh, oleh karenanya dipilih warna kenuning-kuningan, dimana warna ini mempunyai panjang gelombang yang cukup panjang, sehingga mudah tertangkap mata manusia dari jarak jauh.
Hal yang salah yang sering dilakukan oleh pemilik kendaraan, adalah mengganti mika lampunya menjadi berwarna gelap. Sungguh ini mengundang bahaya untuk dirinya sendiri.!!

dicomot from here

Jadi kesimpulannya :
1. Tidak menggunakan Kecil saat senja, nyalakan langsung Besar.
2. Saat , nyalakan Besar, bukan .
3. Saat masuk Terowongan, nyalakan Besar. Bukan .
4. Saat berpindah jalur gunakan Sein.
5. Saat parkir di tempat gelap yang tidak ada penerangan sekitarnya (dan bersifat sementara), nyalakan kecil ( senja).
6. Tidak mengganti warna Sein dengan warna yang bukan semestinya (standardnya).
7. Tidak menambahkan ² lainnya pada kendaraan anda, seperti strobo, rotator atau lainnya.

Thanks to TeRuCI

No Hazard Plizzz

February 15th, 2010

Ramai orang menggunakan pada saat terjadi lebat, ,atau terkadang masuk ke dalam terowongan. Banyak sekali saya temui hal seperti ini pada saat lebat terutama di jalan tol dan pada saat melakukan . Maksud hati ingin memberikan tanda/signal kepada orang disekitarnya, namun hal tersebut tidaklah tepat.

adalah darurat yang selayaknya digunakan pada saat kendaraan berada pada kondisi darurat. lebat, beramai-ramai, atau masuk terowongan bukanlah kondisi yang dikatakan darurat.  Dua berwarna kuning yang berkedap-kedip itu memang memancarkan cahaya yang cukup terang menembus lebatnya . Pancarannya pun terkadang dapat menyilaukan penglihatan pengendara disekitarnya yang dimungkinkan dapat terjadinya kecelakaan. Jadi kecelakaan terjadi bukan karena tapi karena yang menyilaukan.

Dalam kondisi lebat sebaiknya anda tidak menyalakan , melainkan menyalakan kecil ataupun kabut () atau bahkan bila perlu hidupkan besar anda. Turunkan kecepatan kendaraan anda dan anda harus lebih memperhatikan sekeliling anda. Berhenti sejenak di rest area atau tempat yang memungkinkan jika anda tidak mampu berkendara menembus lebatnya .

Sama halnya dengan . bukannya penanda kendaraan dalam suatu rombongan . Sekali lagi, adalah darurat!. Jika anda dan teman² anda ingin berjalan beriringan atau , sebaiknya anda menyalakan kecil atau kabut saja. Hal ini sudah cukup menandakan anda sedang berada dalam suatu .

Yuk mulai dari sekarang kita harus memahami berbagai macam aturan lalu lintas khususnya aturan² lisan yang tidak tertulis, tidak hanya tau helm, sim, saja :) . Kita sebaiknya juga mengetahui fungsi dan maksud dari bagian² dari kendaraan kita. Kita biasakan berkendara dengan aman dan saling menghargai pengendara lain.

one more thing!!! no phone while driving…. :telpon:

pic from here

oh iya betewe ini postingan pertama di 2010…… :malu:  *basi*

Ke Samsat Sendiri Yuk

December 4th, 2009

Pada hari ini kembali saya menuntaskan kewajiban sebagai WNI yang baik. Membayar , tepatnya kendaraan bermotor. Sekali lagi saya ingin memberikan sedikit testimoni dan juga informasi mengenai tata cara membayar kendaraan bermotor anda khususnya untuk yang berdomisili di , karena saya penduduk :D .

Pada dasarnya tata cara pembayaran kendaraan bermotor sama dengan tata cara yang pernah saya tulis sebelumnya disini. Namun karena berbeda tempat maka berbeda pula infrastruktur dan cara yang harus dilalui si wajib .

Cerita Selengkapnya

Kira² pukul 08.15 saya tiba di yang berlokasi di Kebon Nanas, Jl. May. Jend. D. I. Panjaitan. Petugas gerbang langsung mengarahkan saya ke area  parkiran , karena saya membawa . Setelah parkir, mengunci helm, melepas jaket, mengunci dan berjalan beberapa meter, saya langsung disambut dengan sapaan “dibantu mas mbayarnya…”….  [-X eccaappeeddeee calo tho.........

Saya tinggalkan calo tadi dan berjalan beberapa meter melihat seorang penjual pulpen berdiri didepan pintu utama. Saya tinggalkan kembali si penjual pulpen itu tanpa ada tanya tanya dipikiran saya. Kemudian saya masuk melalui pintu metal detector, anehnya dipintu itu tidak ada penjaga sama sekali. Ha trus buat apa ada metal detector gitu? :tanya:  L-)
Karena baru pertama kali datang, saya mencari pusat informasi. Namun saya tidak menemukan meja ataupun seseorang yang kira² bertugas mengarahkan atau sekedar memberikan info. Berfikir sama dengan prosedur yang saya lakukan di , saya langsung ikut mengantri pada antrian pendaftaran.

Sebuah monitor LCD yang menempel dibagian atas loket menunjukkan jumlah antrian dan nomor antrian terakhir yang sedang diproses..
"Glek........ @-) " ..ngeliat nomor antriannya dah bikin mabok...baru jam 8 pagi dah antrian 1000????? biarpun banyak orang tapi gag mungkin banget ada 1000 orang. "Sabarrrr...." dalam hari.

Melihat beberapa orang di depan saya membawa selembar formulir, saya langsung menanyakan apakah formulir itu dan dapat dari mana. Ternyata ada meja yang menyediakan lembar formulir dan beberapa petugasnya. Langsung saya datangi dan saya langsung diberikan formulir tadi.  Beberapa meja sudah disediakan untuk dipergunakan mengisi formulir ini. Berputar² kesana kemari tidak menemukan satupun alat tulis. Bertanya ke petugas formulir tadi diapun tidak bisa menyediakan atau meminjamkan alat tulis. WTH....  :ar!
"ooohhhhh......jadi tukang pulpen yang didepan tadi.... :mikir: " *silahkan disimpulkan sendiri*
Lagi lagi saat itu saya disapa oleh seorang yang menawarkan jasanya untuk mengisikan formulir saya.

"Saya bantuin isi mas, cepet koq" tawarnya.
"Lah ngisi formulir aja koq pake dibantuin tho mas?"
dalam hati saya.
"Berapa mas?" tanya saya yang langsung menyimpulkan kalau dia adalah calo.
" mas?kalo 20rebu aja,,langsung jadi ga nyampe satu jam." jawabnya
"saya sendiri aja mas. makasih ya mas" langsung saya tinggalkan orang tadi.

Pulpen seharga 2000 Rupiah itu saya gunakan untuk mengisi formulir tadi. Setelah selesai mengisi saya langsung ikut kembali mengantri. Dalam antrian yang ke 1000 lebih itu saya lihat kanan kiri dan akhirnya melihat papan tulisan antrian ini untuk pendaftaran roda 2...... :arrgh:   :arrgh:   :arrgh:  ternyata 1000 antrian itu punya roda 2 tho...... untuk yang roda 4 ternyata ada di sisi satunya.
Ternyata pun di bagian depan loket ada sebuah monitor touch screen untuk mengambil nomor antrian.  :-S  antrian keberapa ya ini???  #:-S ternyata dapet nomor antrian 70. Ada juga monitor yang menempel diatas loket yang menunjukkan nomor anrian terakhir yg  sedang diproses yaitu 48.
"Ah paling sejam-an" dalam batin saya.

Pada saat mengambil nomor antrian, anda akan mendapat 2 kertas dengan nomor antrian yang sama. Langsung ke loket pendaftaran dan disambut dengan senyuman Bapak Jeffry (petugas polisi yang bertugas).

"Formulirnya mas? Fotokopi , , dan nya sudah?" tanya pak Jeffry ke saya.
"Sudah semuanya pak. Ini". Jawab saya
"Nomor antriannya?" tanyanya lagi. Saya serahkan 2 nomor antrian tadi.
"Ini yang satu mas simpan untuk proses selanjutnya" kata Pak Jeffry.

Setelah Pak Jeffry mengecek persyaratannya, ia mengembalikan asli ke saya. dan masuk ke proses selanjutnya. Menunggulah saya untuk proses selanjutnya.
Sekitar 10-15 menit nomor antrian saya dipanggil untuk melakukan pembayaran. Petugas meminta nomor antrian anda, karena saya males ngambil dari kantong, saya bilang aja atas nama si bla bla bla. Petugas tersebut selanjutnya memberikan kertas jumlah yang harus dibayarkan dan juga asli anda. Kemudian bayar ke loket sebelahnya dan anda akan menerima bukti pembayaran berupa selembar kertas.

Setelah membayar kembali saya menunggu untuk proses terakhir yaitu penyerahan asli.
Tidak kurang dari 10 menit kembali saya dipanggil untuk mengambil hasil saya.
Saya hampiri 2 petugas polisi yang mengurusi penyeahan itu, dan mengambil asli saya. Pada bagian ini saya menerima asli saya dan juga pembungkus plastik yang baru. Ingat cek kembali anda, semua data²nya dan juga masa berlakunya.

"Abis ini kemana lagi Pak? Sudah selesai?"
tanya saya ke petugas.
"Abis ini ya pulang mas, selesai" jawabnya
"makasih ya pak  :hug: "

tadi langsung saya bungkus plastik yang tadi saya dapat. Jam di HP menunjukkan pukul 08.55. Jadi kalau dihitung² hanya 40 menit + nyasar + tanya sana-sini.
Wah senangnya ke kalau kayak begini. Kira² cuma setengah jam semua proses sudah bisa selesai :party:

Pulanggggggggg!!!!!!!........

Secara ringkas akan saya simpulkan untuk tata cara pembayaran tahunan kendaraan (khususnya roda 4) di .

  1. Siapkan , , dan asli.
  2. Fotokopi , dan tadi. Cukup fotokopi bagian yang penting saya
  3. Minta formulir ke bagian penyediaan formulir dan isilah formulir tersebut sesuai data² kendaraan dan pemilik yang tertulis di data / anda. INGAT!!! Karena tidak disediakan alat tulis, siapkan sendiri alat tulis anda, bisa pulpen, atau spidol. Kalau anda lupa dan anda beruntung, diluar banyak penjual pulpen berkeliaran seharga Rp. 2000
  4. Setelah formulir diisi, ambil nomor antrian terlebih dahulu. INGAT!!! anda akan menerima 2 kertas nomor antrian yang sama. 1 lembar diserahkan pada saat pendaftaran, 1 lembar lagi anda simpan.
  5. Daftarkan melalui loket pendaftaran. Serahkan , , dan (asli dan fotokopi), formulir yang telah anda isi tadi, dan juga 1 lembar nomor antrian yang anda dapat.
  6. Jika dinyatakan lulus persyaratan, maka petugas akan mengembalikan hanya asli anda. dan akan masuk ke proses selanjutnya.
  7. Tunggu panggilan selanjutnya.
  8. Selanjutnya anda akan dipanggil untuk melakukan pembayaran kendaraan anda. Anda akan menerima lembar jumlah pembayaran dan juga asli anda.
  9. Lakukan pembayaran di loket Kasir. Setelah membayar anda akan menerima selembar bukti pembayaran tadi.
  10. Tunggu panggilan kembali untuk proses selanjutnya yaitu penyerahan .
  11. Proses terakhir anda akan menerima asli anda dan juga plastik pembungkus .
  12. Cek kembali anda. Cek semua data nopol, pemilik dan juga masa berlakunya. Ingat!!! ada masa berlaku 5 tahun dan juga masa berlaku tahunan ( tahunan).
  13. Proses pembayaran tahunan kendaraan anda selesai. Cek kembali , , dan asli anda.
  14. Pulang. INGAT!!! pada saat keluar anda akan diminta menunjukkan kendaraan yang anda bawa. Jadi jangan berani² masuk dengan kendaraan tanpa .

Yuk Ke sendiri yuk.. gag usah pake calo….. ;) gampang dan cepat lhoo….*halah apaan coba :p *

Catatan : lama proses keseluruhan tergantung dari banyaknya antrian.

Powered by ScribeFire.

RSS Feed

  • Digg
  • Delicious
  • Furl
  • Stumble
  • Technorati
  • Yahoo