27 Mei 2006 (2)

You may also like...

1 Response

  1. May 28, 2012

    [...] Beberapa menit berlalu, kali yang tadinya masih bergejolak akibat amukan bumi kembali tenang dan mengalir dengan damai. Kamipun kembali masuk ke rumah. Beling-beling hasil dari amukan bumi tadi terlihat berserakan di lantai. Sebuah guci yang bertuliskan nama Tuhan itu lagi tak berbentuk. Gelas di rak tersusun berantakan. Entah kenapa saya menuju sebuah ruangan kecil dan melakukan ritual seperti biasanya. Pup…. To be continued…Klik disini untuk melanjutkan cerita [...]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


(yahoo) (dance) (idiot) (doh) (lmao) :pinguin: :hug: :tepuktangan: :-?? =)) :party: :tanya: :kaget: [-( :( :D I-) :doa: :mikir: :) :devil: ;) :arrgh: :-L :)) :marah: ;)) ^:)^ :p :cihuy: :(( O:-) :siul: :-w :-bd X_X :malu: :alis: :mual: :piss: more »