TIDUR TELENTANG=BERBAHAYA!!!

February 18th, 2010

Dapet info penting..Tolong benar² diperhatikan dan disebarkan yaaaa….Deeeeemmiii kesehatan kita semua :D

Telentang membahayakan! ! Menurut penelitian yg di lakukan oleh para Profesor ahli dari jepang selama hampir 20 tahun akhirnya mereka mengumumkan keputusan yg sangat mengejutkan kita semua tentang cara kita selama ini. Ternyata telentang sangat tidak di anjurkan sama sekali oleh para peneliti dari jepang. Berikut kutipan dari Prof. Dr. Yosihiro tanpa muka :

“Kalo jangan sekali kali dengan posisi TELENTANG !!Karena TELENTANG itu bisa mengganggu kesehatan anda.Beberapa survei telah dilakukan dan menghasilkan bukti yg akurat.”

Orang2 yg TELENTANG akan mengalami gejala2 sbb:

  1. Susah bernafas
  2. Tersedak
  3. Pencernaan terganggu
  4. Yg paling fatal,dapat menyebabkan KEMATIAN!!..

Oleh karena itu, disarankan agar anda menghindari TELENTANG,Sebab jangankan TELEN , TELEN saja susahnya setengah modar……Jadi disarankan cukup TELEN LIUR aja ya..

=))  (lmao)  =))   (lmao)  =))  =))   (lmao)

*repost gan :p *

Bahasa Lampu

February 16th, 2010

Setelah kemarin mbahas masalah lampu hazard, sekarang ane mau sedikit sharing tentang bahasa dan juga penggunaan ² lainnya yang terpasang di kendaraan. Semoga bisa dipahami dan dimengerti agar tidak asal sembarangan menggunakan atau hanya sekedar gaya²an  L-) .

Bahasa

KENDARAAN, Bahasa Di Jalanan

Pada saat kita berkendara masuk di jalan, kita berarti masuk pada satu kumpulan pengendara yang satu sama lain harus berkomunikasi agar dalam berintreraksi menggunakan jalan tersebut dapat dipahami secara bersamaan dengan tujuan dan maksud masing-masing. Selain untuk komunikasi, juga dimaksudkan sebgai satu alat keselamatan. Kendaraan selain sebagai penerangan, juga berfungsi sebagai “Bahasa Di Jalan” melalui isyarat dan penggunaannya. Mengingat merupakan Bahasa, maka dalam komunikasi tentu harus dalam pengertian bahasa yang sama, yang dipahami semua pihak (pengguna jalan).

Beberapa hal mengenai Penggunaan Kendaraan :

1. Tinggi :
Berdasarkan peraturan lalu lintas, bahwa paling tinggi pada suatu kendaraan adalah lk. 1.2 meter dari permukaan tanah. Jadi untuk - tambahan yang dipasang di atap mobil (seperti di mobil Offroad, hanya boleh dinyalakan bukan di jalan umum).

2. Kecil ( Senja) :
Istilah Senja, untuk kecil hanya ada di kita. Penggunaan senja bukan berarti digunakan saat Senja hari (jelang Maghrib). Tidak ada pemakaian Senja sambil kendaran berjalan. Pada saat Senja, bila dirasa kita butuhkan penerangan, maka gunakan Besar (Head Lamp).
Senja digunakan hanya “saat mobil Parkir dipinggir jalan, dimana tidak terdapat penerangan disekitarnya “. Dan umumnya bersifat parkir sementara (tidak terlalu lama).
Seolah mobil itu kepada pengguna jalan lain berkata : “hati-hati, aku ada disini, jangan sampai menabraku, aku diam ditempat gelap”

3. Lampu Hazard :
Digunakan hanya saat kendaraan berhenti dalam kondisi darurat (misalnya mengalami mogok) di tempat yang tidak semestinya (misalnya di bahu jalan raya, ataupun jalan Tol). Seolah mobil itu berkata : ” hati-hati, aku ada dijalanmu, aku berhenti, aku punya masalah, butuh bantuan”.
Kesalahan umum yang sering dilakukan di kita, menggunakan saat dan saat Masuk Terowongan.
Penggunaan saat atau sambil mobil berjalan, akan membahayakan pengguna mobil di belakangnya, karena menimbulkan kelelahan mata.

tidak untuk digunakan saat mobil berjalan ! Bayangkan kalau kita gunakan saat mobil jalan, kita ingin membelok ke kiri atau ke kanan, mana yang akan kita gunakan sebagai “bahasa isyarat membeloknya? “.

4. Besar :
Besar digunakan untuk penerangan kendaraan di bagian jalan di depan yang akan dilalui.
Pada saat memasuki terowongan sering kita temui perintah ” Nyalakan ”. Di terowongan, yang dinyalakan adalah Besar, tujuannya untuk penerangan dan keamanan kita saat melaluinya. Jadi waktu masuk terowongan bukan menyalakan atau Senja, tetapi Besar.!
Bahkan di beberapa mobil kelas Premium keatas, Besar ini akan menyala Otomatis saat memasuki Terowongan, maupun saat senja (mulai gelap).
Untuk keamanan saat , maka yang digunakan juga Besar, bukan !

5. Sein :
Ini sudah kita ketahui gunanya, hanya digunakan saat membelok, atau berpindah jalur.
Sein harus mudah terlihat dari jauh, oleh karenanya dipilih warna kenuning-kuningan, dimana warna ini mempunyai panjang gelombang yang cukup panjang, sehingga mudah tertangkap mata manusia dari jarak jauh.
Hal yang salah yang sering dilakukan oleh pemilik kendaraan, adalah mengganti mika lampunya menjadi berwarna gelap. Sungguh ini mengundang bahaya untuk dirinya sendiri.!!

dicomot from here

Jadi kesimpulannya :
1. Tidak menggunakan Kecil saat senja, nyalakan langsung Besar.
2. Saat , nyalakan Besar, bukan .
3. Saat masuk Terowongan, nyalakan Besar. Bukan .
4. Saat berpindah jalur gunakan Sein.
5. Saat parkir di tempat gelap yang tidak ada penerangan sekitarnya (dan bersifat sementara), nyalakan kecil ( senja).
6. Tidak mengganti warna Sein dengan warna yang bukan semestinya (standardnya).
7. Tidak menambahkan ² lainnya pada kendaraan anda, seperti strobo, rotator atau lainnya.

Thanks to TeRuCI

No Hazard Plizzz

February 15th, 2010

Ramai orang menggunakan pada saat terjadi lebat, ,atau terkadang masuk ke dalam terowongan. Banyak sekali saya temui hal seperti ini pada saat lebat terutama di jalan tol dan pada saat melakukan . Maksud hati ingin memberikan tanda/signal kepada orang disekitarnya, namun hal tersebut tidaklah tepat.

adalah darurat yang selayaknya digunakan pada saat kendaraan berada pada kondisi darurat. lebat, beramai-ramai, atau masuk terowongan bukanlah kondisi yang dikatakan darurat.  Dua berwarna kuning yang berkedap-kedip itu memang memancarkan cahaya yang cukup terang menembus lebatnya . Pancarannya pun terkadang dapat menyilaukan penglihatan pengendara disekitarnya yang dimungkinkan dapat terjadinya kecelakaan. Jadi kecelakaan terjadi bukan karena tapi karena yang menyilaukan.

Dalam kondisi lebat sebaiknya anda tidak menyalakan , melainkan menyalakan kecil ataupun kabut () atau bahkan bila perlu hidupkan besar anda. Turunkan kecepatan kendaraan anda dan anda harus lebih memperhatikan sekeliling anda. Berhenti sejenak di rest area atau tempat yang memungkinkan jika anda tidak mampu berkendara menembus lebatnya .

Sama halnya dengan . bukannya penanda kendaraan dalam suatu rombongan . Sekali lagi, adalah darurat!. Jika anda dan teman² anda ingin berjalan beriringan atau , sebaiknya anda menyalakan kecil atau kabut saja. Hal ini sudah cukup menandakan anda sedang berada dalam suatu .

Yuk mulai dari sekarang kita harus memahami berbagai macam aturan lalu lintas khususnya aturan² lisan yang tidak tertulis, tidak hanya tau helm, sim, stnk saja :) . Kita sebaiknya juga mengetahui fungsi dan maksud dari bagian² dari kendaraan kita. Kita biasakan berkendara dengan aman dan saling menghargai pengendara lain.

one more thing!!! no phone while driving…. :telpon:

pic from here

oh iya betewe ini postingan pertama di 2010…… :malu:  *basi*

RSS Feed

  • Digg
  • Delicious
  • Furl
  • Stumble
  • Technorati
  • Yahoo